h1

Travelers’ Tale

25-May-2007

Travelers' Tale

Judul: Travelers’ Tale
Penulis: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidayat, Ninit Yunita
Penerbit: Gagas Media, 2007

bintangbintangbintangbintang

Bayangkan empat orang dengan empat karakter dan empat latar belakang yang berbeda. Bersahabat sejak kecil hingga usia tigapuluhan, dan membentuk rantai cinta yang pelik: Jusuf mencintai Farah, Farah mencintai Francis, Francis mencintai Retno. Sebelum kamu terlanjur membayangkan terlalu jauh, untungnya nggak ada loopback Retno memendam cinta pada Jusuf😀.

Keempat sahabat itu kemudian bekerja di empat benua yang berbeda. Dunia masih aman dan damai sampai Fracis mengirimkan email undangan pernikahannya dengan seorang gadis Barcelona. Retno datang dari utara. Farah dari timur, dan Jusuf dari selatan untuk dengan tujuannya masing2. Persamaan dari semuanya adalah keterbatasan dana dan semangat petualangan backpacker.


Buku ini ditulis oleh empat orang, di mana setiap penulis bertugas menghidupkan satu karakter sekaligus mengisahkan perjalanan karakter tersebut. Cerita dipenggal2 sedemikian rupa, sehingga setiap bab merupakan cerita dari tokoh yang berbeda. Sekilas terkesan membingungkan, tapi di tangan keempat penulis buku ini, malah jadi mengasyikkan. Istilah Wimar Witoelar dalam kata pengantar novel ini, kita seperti berada di atas karpet terbang. Atau mungkin seperti meminjam Pintu Ke Mana Saja milik Doraemon🙂.

Tokoh2nya pun cukup solid. Retno yang kalem, tapi bisa keluar ide2 anehnya saat bersama Francis (ini Ninit ya?). Farah yang spontan (Alaya?). Jusuf yang gila, walaupun nggak seabsurd tokoh2 rekaan Adhitya Mulya lainnya (kecuali soal tanpa celana itu ya :P). Sayangnya kok gue kurang bisa mendapatkan karakter Francis secara utuh ya (Iman?).

Walaupun kadang gue merasa penggambaran kota2 yang dilewati masih kurang, Travelers’ Tale berhasil membuat orang tergiur untuk berwisata murah. Menjadi seorang traveler yang berbelanja pengalaman di negara orang, bukan hanya menjadi tourist yang berbelanja barang. Travelers’ Tale juga berhasil menawarkan konsep bercerita yang segar karena dan nggak membosankan karena, ya itu tadi, diceritakan bergantian. Travelers’ Tale berhasil menggambarkan indahnya pelangi persahabatan antar sukubangsa atau ras. Dan Travelers’ Tale (baca: Jusuf) berhasil membuat gue ketawa2 sendiri di jam istirahat kantor seperti orang kesambet.

Akhir cerita yang nggak 100% happy ending malah memuaskan gue. Menyisakan satu pertanyaan yang menggantung, justru menjadi realistis, dan membuat gue ngelangut.

Intinya buku ini sangat direkomendasikan deh! Terutama untuk penikmat novel cinta yang nggak mendayu2, dan untuk yang suka atau bercita2 untuk bisa traveling ke berbagai negara.

Tapi, judulnya kenapa harus “Belok Kanan” sih?🙂

Aslinya dipost di sini.

One comment

  1. sumpah karena baru punya duit skrang bsok rencana baru mo beli



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: