h1

Malaikat dan Iblis

22-August-2007

Angels and Demon

Judul: Malaikat dan Iblis (Angels and Demons)
Penulis: Dan Brown
Penerbit: Serambi

bintangbintangbintangbintang

Ini buku ke-2 Dan Brown yang terbit di Indonesia (setelah Da Vinci Code) oleh penerbit yang sama (Serambi), walaupun sebenernya buku ini merupakan prequel dari Da Vinci Code. Di pengantarnya Dan Brown menulis kalo di buku inilah karakter Robert Langdon tercipta. Sebagai informasi, Malaikat dan Iblis adalah buku ke-2 karya Dan Brown, sedangkan Da Vinci Code adalah buku ke-4 (lihat di sini).

Selain kesamaan tokoh utamanya, Robert Langdon si ahli sejarah dan simbol-simbol kuno dari Harvard, buku ini juga berlatar belakang agama, Katolik khususnya. Kesamaan lainnya adalah adanya penggabungan fakta dan fiksi yang kadang bikin penasaran (lihat di sini) serta setting waktu kritis yang 24 jam.

Ceritanya dibuka dengan pembunuhan Leonardo Vettra seorang fisikawan dari lembaga riset CERN di laboratoriumnya. Plot cerita kemudian beralih ke kediaman Robert Langdon, di mana Langdon menerima kiriman fax yang berisi gambar mayat Leonardo Vettra dan sebuah simbol di dada Vettra yang sengaja ditorehkan si pembunuh untuk menunjukkan jatidiri kelompok si pembunuh. Simbol itu merujuk pada kelompok Illuminati, suatu kelompok rahasia dari beberapa abad yang lalu yang seolah-olah bangkit dari kubur untuk menunjukkan eksistensinya. Di Laboratorium CERN Illuminati juga mencuri zat antimateri yang bisa berubah menjadi bom dahsyat.

Berawal dari rasa penasaran atas munculnya salah satu simbol kelompok rahasia Illuminati yang dimusuhi Gereja (Vatikan) pada masanya, Langdon terbang ke markas CERN di Swiss dan bertemu dengan Vittoria Vettra, anak angkat Leonardo Vettra. Berdua mereka harus ke Vatikan City di Italia, tempat kelompok Illuminati meletakkan bom antimateri curian, dan menyelamatkan kota suci umat Katolik itu.

Di Vatikan sendiri, berkumpul para kardinal dari seluruh dunia untuk memilih Paus baru sebagai pengganti Paus lama yang meninggal dunia (conclave). Saat pemilihan akan dilaksanakan, diperoleh kabar, empat kardinal calon kuat Paus yang baru (preferitti) telah diculik dan akan dibunuh satu per satu tiap satu jam dimulai dari jam 8.00 malam di tempat-tempat umum di Roma.

Logo Illuminati Berlian Illuminati
Ambigram di buku Malaikat dan Iblis(Courtesy of John Langdon)

Dengan pengetahuannya sebagai ahli sejarah dan ahli simbol-simbol kuno, Langdon ditemani Vittoria berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan Vatikan dan para kardinal. Berhasilkah mereka..? Itu termasuk kejutan yang kayaknya gak perlu diceritain di sini..emoticon. Baca sendiri aja ya..

Itu inti cerita dari novel Malaikat dan Iblis. Menurut gue ini buku yang harus dibaca buat yang udah pernah baca Da Vinci Code. Dan menurut gue buku ini gak kalah asyik ato bahkan lebih asyik daripada Da Vinci Code. Banyak kejutannya, alurnya unpredictable dan suspense-nya lebih tinggi daripada Da Vinci Code. Dan Brown berhasil mempertahankan alur cerita sampai klimaksnya bener-bener memuaskan. Di lain pihak, fiksi di buku ini juga lebih keliatan walaupun cuma jadi tempelan. Kelebihan Da Vinci Code adalah dia lebih kontroversial dan penggabungan fiksi dan faktanya lebih smooth.

Kalo di Da Vinci Code, petunjuknya dari puisi dalam cryptex, di Malaikat dan Iblis petunjuknya dari dokumen kuno Galileo. Dan sama dengan di Da Vinci Code, berdasar petunjuk di dokumen Galileo, Langdon harus menemukan tempat-tempat tertentu di Roma. Kalo kita pernah jalan-jalan ke Vatikan atau Roma di Italia, apalagi kenal dengan tempat2 yang disebutin di buku ini, kayaknya bakal lebih menjiwai..hehehe.. Minimal bisa nostalgia..emoticon. Kalo yang lom pernah ke sana kayak gue, ya minimal jadi penasaran…. Btw, ada peta Roma dan Basilika St. Petrus di bagian depan buku buat ngikutin penelusuran Robert Langdon.

Kekurangan dari buku ini, menurut gue di penokohannya. Di Da Vinci Code, dia ditemani cewek dan jatuh cinta. Di sini dia dengan Vittoria Vettra dan jatuh cinta pula. Dan beberapa tokoh di novel ini punya kemiripan sifat dengan tokoh-tokoh di Da Vinci Code…sengaja ato nggak gue gak tau dan mungkin gue juga salah..emoticon. Ato emang Dan Brown yang males bikin karakter baru…emoticon

Anyway, buku ini bener-bener asyik, kalo udah mulai baca rasanya sayang klo gak langsung diabisin…. Kalo dalam skala 1 – 5, gue ngasih point 4 buat buku ini.

Review aslinya ada di sini.

3 comments

  1. Mbak makacih resensiX,,, q numpang mbajak ya… (dah sdia pnsil & krtas,lo) buat tgs bhs indo…

    Suwun…


  2. bagus.. kok ga pernah posting lg?

    me: pengen sih tapi lom sempet nulis lagi…hehehe..


  3. Tatz pro!!
    jd pengen k Roma nech….

    me: ajak-ajak yaa kalo jadi ke sana..hehehe..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: